7x Ceramide Formulated in Germany • Gentle care for sensitive skin, all ages

Tips7 menit2026-10-20

Baju Bayi Bau Apek Saat Musim Hujan: Aman untuk Kulit, dan Cara Mengeringkannya di Dalam Rumah

Baju bayi apek karena dijemur di dalam rumah saat hujan? Kenali bakteri penyebabnya, risikonya untuk kulit, dan cara mengeringkan cucian lebih cepat.

Baju Bayi Bau Apek Saat Musim Hujan: Aman untuk Kulit, dan Cara Mengeringkannya di Dalam Rumah

Sudah tiga hari hujan turun sejak siang di rumah Rini (29) di Bekasi. Jemuran di teras tidak pernah benar-benar kering, jadi baju anaknya yang berumur tujuh bulan dipindah ke rak lipat di samping kamar. Hari keempat, ia mencium bau yang aneh dari tumpukan baju yang baru diangkat.

"Bajunya udah kering kalau dipegang, tapi baunya kayak lap dapur. Dicium dari dekat apek banget. Terus pas dipakai, leher sama ketiak anakku agak merah, aku langsung panik ini alergi apa gimana," kata Rini.

Ia sempat mencuci ulang semua baju itu dengan pewangi dua tutup botol. Baunya hilang sebentar, lalu muncul lagi begitu baju dipakai dan anaknya mulai berkeringat.

Cerita seperti ini sering muncul tiap musim hujan. Bau apek itu sebenarnya datang dari mana, dan perlukah orang tua khawatir soal kulit bayi?

Dari Mana Bau Apek Itu Datang?

Bau apek pada cucian sudah diteliti serius. Tim peneliti di Jepang yang dipimpin Hiroaki Kubota menerbitkan hasilnya di jurnal Applied and Environmental Microbiology pada 2012. Mereka mengumpulkan cucian yang berbau "seperti lap basah dan kotor", sebagian besar dari pakaian yang dijemur di dalam ruangan, lalu mencari mikroba penyebabnya.

Tersangka utamanya bakteri bernama Moraxella osloensis. Bakteri ini memakan sisa keringat dan minyak kulit yang tertinggal di serat kain, lalu menghasilkan senyawa 4-metil-3-heksenoat. Senyawa itulah yang tercium sebagai bau apek. Para peneliti juga mencatat bakteri ini tahan kering dan tahan sinar UV, sehingga bisa bertahan setelah pencucian dan baru "bangun" lagi ketika kain lembap.

Temuan ini menjelaskan pengalaman Rini. Bau hilang setelah dicuci ulang dengan pewangi, tapi kembali ketika baju terkena keringat bayi. Pewangi hanya menutupi bau. Bakterinya masih ada di serat kain.

Kenapa Musim Hujan Bikin Masalahnya Lebih Sering?

Kuncinya ada di waktu kering. Cucian yang dijemur di teras saat cuaca cerah biasanya kering dalam beberapa jam. Saat hujan dan udara lembap, cucian yang sama bisa tetap setengah basah sampai keesokan harinya. Selama itu bakteri punya waktu panjang untuk berkembang biak.

Menjemur di dalam rumah juga menambah uap air ke udara ruangan. Pada 2012, unit riset arsitektur lingkungan di The Glasgow School of Art, Skotlandia, menghitung satu kali cucian rata-rata melepas sekitar dua liter air ke udara saat dikeringkan di dalam rumah. Di ruangan yang ventilasinya buruk, mereka menyebut jemuran bisa menyumbang hingga sepertiga kelembapan udara.

Indonesia jelas lebih hangat dari Skotlandia, tapi polanya mirip. Kamar yang sempit, jendela tertutup karena hujan, dan rak jemuran penuh di sudut membuat udara makin lembap. Dinding dan lemari lebih mudah berjamur, dan tungau debu juga betah di udara lembap. Bagi bayi yang punya bakat eksim, tungau debu termasuk pemicu yang sering disebut dokter.

Apakah Baju Bau Apek Bisa Bikin Ruam?

Sejauh ini belum ada penelitian yang langsung membuktikan bakteri bau apek tadi memicu ruam pada bayi. Jadi orang tua tidak perlu menganggap setiap baju apek sebagai baju berbahaya.

Yang lebih masuk akal sebagai biang merahnya kulit adalah kombinasi beberapa hal di sekitarnya:

  • Kain yang belum kering betul. Jahitan kerah, ketiak, dan pinggang celana paling lama keringnya. Kain yang masih menyimpan lembap menempel di lipatan kulit bayi, menahan keringat, dan bisa memicu biang keringat atau iritasi akibat gesekan.
  • Pewangi berlebih untuk menutupi bau. Seperti yang dilakukan Rini, banyak orang tua menambah takaran pewangi saat cucian mulai apek. Wewangian yang menempel di serat kain termasuk pemicu iritasi dan dermatitis kontak pada kulit sensitif. Penjelasan lengkapnya ada di artikel pelembut dan pewangi pakaian untuk baju bayi.
  • Kulit bayi yang memang sedang rentan. Bayi dengan eksim punya skin barrier yang lebih mudah ditembus iritan. Kain lembap ditambah pewangi bisa jadi pemicu tambahan yang membuat eksimnya kambuh.

Pada kasus Rini, kemerahan muncul tepat di leher dan ketiak, area yang paling lama kering di baju sekaligus paling sering berkeringat. Polanya lebih cocok dengan iritasi kain lembap daripada alergi.

Cara Mengeringkan Baju Bayi Saat Hujan Terus

Beberapa kebiasaan sederhana bisa memangkas waktu cucian basah, dan itu yang paling menentukan.

1. Jangan biarkan cucian basah menunggu di mesin. Cucian yang dibiarkan berjam-jam di tabung mesin cuci sudah mulai berbau sebelum sempat dijemur. Jemur segera setelah mesin berhenti.

2. Peras atau spin lebih lama. Makin sedikit air yang tersisa, makin cepat kering. Kalau mesin cuci punya pilihan putaran pengering, pakai yang paling tinggi untuk baju katun bayi.

3. Beri jarak antarbaju. Rak jemuran yang terlalu padat membuat udara tidak mengalir. Lebih baik menjemur dua kali dengan jarak lega daripada sekali dengan baju saling menempel.

4. Pilih ruangan yang ada aliran udara. Dekat jendela yang bisa dibuka sedikit, di bawah kipas angin, atau di ruangan dengan exhaust fan. Hindari menjemur di kamar tidur bayi. Kalau rumah punya dehumidifier, ruangan jemuran adalah tempat yang paling cocok untuknya.

5. Setrika bagian yang paling tebal. Kerah, ketiak, dan karet pinggang sering masih lembap walaupun bagian lain sudah kering. Panas setrika membantu menguapkan sisa air di jahitan sebelum baju dilipat.

6. Masukkan ke lemari hanya saat sudah kering total. Baju yang dilipat setengah kering akan menularkan lembap ke tumpukan di bawahnya. Pastikan juga lemari tidak menempel ke dinding yang lembap. Untuk mengusir bau lemari, hindari kapur barus. Alasannya dibahas di artikel kapur barus di lemari baju bayi.

Bagaimana Kalau Bajunya Sudah Terlanjur Apek?

Menambah pewangi tidak menyelesaikan masalah. Yang perlu dibuang adalah sisa keringat dan minyak tempat bakteri hidup.

Cuci ulang dengan deterjen bayi dalam takaran sesuai petunjuk kemasan, bukan lebih. Deterjen yang berlebihan malah meninggalkan residu di kain. Bila petunjuk di label baju mengizinkan, pakai air hangat. Setelah itu bilas dua kali supaya sisa sabunnya benar-benar hilang. Cara mencuci yang aman untuk kulit bayi dibahas di artikel residu deterjen pada baju bayi.

Begitu matahari muncul, jemur ulang di bawah sinar langsung. Setelah itu, jaga supaya baju tidak lagi berjam-jam dalam keadaan basah.

Handuk bayi butuh perhatian sendiri. Handuk dipakai dalam keadaan lembap hampir setiap hari, jadi paling cepat berbau. Sediakan dua atau tiga handuk yang dirotasi, dan jangan menggantungnya di kamar mandi yang selalu basah.

Kapan Ruamnya Perlu Diperiksakan?

Kemerahan ringan akibat kain lembap biasanya membaik dalam satu sampai tiga hari setelah bayi memakai baju yang kering betul dan kulitnya dirawat dengan pelembap. Periksakan ke dokter bila ruam:

  • tidak membaik setelah beberapa hari walau bajunya sudah diganti,
  • meluas ke bagian tubuh yang tidak tertutup baju,
  • bernanah, melepuh, atau berkerak kuning,
  • disertai demam atau bayi tampak sangat rewel.

Ruam yang menetap di lipatan dan berbatas tegas juga perlu diperiksa, karena bisa jadi infeksi jamur yang butuh penanganan berbeda.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah baju bayi boleh dikeringkan dengan mesin pengering? Boleh, dan pada musim hujan cara ini justru membantu karena baju kering dalam waktu singkat. Ikuti suhu yang tertera di label supaya katun tidak menyusut.

Apakah dijemur di bawah matahari langsung lebih baik? Untuk kecepatan kering, ya. Sinar matahari langsung membuat cucian kering jauh lebih cepat. Bakteri penyebab bau apek tergolong tahan UV, jadi kuncinya tetap pada cucian yang cepat kering.

Bolehkah menyemprot baju bayi dengan pewangi atau parfum supaya tidak apek? Sebaiknya tidak. Baju bayi yang bersih dan kering tidak berbau apa pun. Wewangian tambahan hanya menambah risiko iritasi pada kulit bayi yang sensitif.

Bagaimana dengan popok kain dan kain bedong? Aturannya sama, dan karena bahannya lebih tebal, pastikan bagian tengahnya benar-benar kering sebelum dipakai. Popok kain yang lembap menempel langsung di kulit dan mudah memicu ruam popok.

Rini akhirnya memindahkan rak jemuran ke dekat jendela dapur dan menyalakan kipas angin di depannya. "Sekarang sore udah kering, terus aku setrika bagian kerahnya. Bau apeknya hilang, leher anakku juga udah nggak merah," ujarnya.

Artikel ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan tenaga kesehatan.

Sumber: Kubota H, dkk., "Moraxella species are primarily responsible for generating malodor in laundry", Applied and Environmental Microbiology 78(9):3317-3324 (2012); Mackintosh Environmental Architecture Research Unit, The Glasgow School of Art, rilis riset kebiasaan menjemur pakaian di dalam rumah (November 2012); American Academy of Dermatology, panduan perawatan kulit bayi dengan eksim.

Butuh Rekomendasi Produk?

Tim kami bisa bantu cari produk NeoCare yang paling cocok untuk kulit keluarga Anda.

Konsultasi via WhatsApp

Produk Terkait

Artikel Terkait