Tato Tempel untuk Anak: Amankah untuk Kulit, Ruam Bekas Stiker, dan Cara Menghapusnya
Tato tempel sering datang tanpa direncanakan. Satu lembar terselip di bungkus permen, jadi bonus di goodie bag ulang tahun, atau dibagikan gratis di acara sekolah. Anak menempelkannya di punggung tangan, dibasahi air, lalu bangga memamerkan gambar dinosaurus atau bintang selama berhari-hari.
Untuk sebagian besar anak, tato jenis ini tidak menimbulkan masalah. Tapi Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mencatat bahwa mereka sudah menerima laporan reaksi kulit dari sebagian tato tempel model stiker (decal). FDA juga memberlakukan import alert untuk beberapa tato tempel buatan luar negeri karena memakai pewarna yang tidak diizinkan atau tidak mencantumkan daftar bahan di kemasan.
Apa Isi Selembar Tato Tempel
Tato tempel model stiker terdiri dari lapisan gambar berwarna di atas kertas pembawa. Saat kertasnya dibasahi dan ditekan ke kulit, lapisan gambar itu pindah dan menempel. Ada juga model yang punya lapisan perekat sendiri, yang tetap menempel di kulit dan menjadi pembatas antara tinta dan permukaan kulit.
Menurut lembar fakta FDA, lapisan perekat itu bisa mengurangi kontak kulit dengan pewarna. Masalahnya, bahan tambahan yang dipakai supaya gambar menempel kuat juga bisa memicu reaksi pada sebagian orang. FDA juga menyebut tidak semua pewarna diketahui aman untuk kulit. Itu sebabnya tato tempel dari pabrik yang jelas dan tato tempel tanpa merek dari bungkus jajanan bisa sangat berbeda isinya.
Tato tempel juga berbeda dari henna. Henna hitam yang dicampur PPD (para-phenylenediamine) punya risiko alergi yang jauh lebih berat, sampai melepuh dan meninggalkan bekas. Penjelasan lengkapnya ada di artikel tato henna hitam dan reaksi alergi PPD.
Reaksi yang Biasa Muncul di Kulit Anak
Reaksi terhadap tato tempel umumnya terbatas di area yang ditempeli. Polanya mudah dikenali karena ruamnya mengikuti bentuk gambar atau bentuk kotak lembaran stikernya.
Ada tiga kelompok reaksi yang paling sering dikeluhkan orang tua:
1. Iritasi karena digosok saat dihapus
Ini yang paling umum. Anak atau orang tua menggosok tato dengan sabun, spons, atau kapas beralkohol sampai kulit memerah dan perih. Ruamnya biasanya muncul tepat setelah proses menghapus dan membaik dalam satu sampai dua hari.
2. Dermatitis kontak alergi
Kulit gatal, merah, kadang bengkak atau muncul bintil kecil, dan baru terlihat satu sampai tiga hari setelah tato ditempel. Pemicunya bisa pewarna, perekat, atau pengawet di lapisan gambar. Reaksi alergi seperti ini cenderung muncul lagi, dan biasanya lebih cepat, bila anak memakai produk serupa di kemudian hari.
3. Ruam karena kulit tertutup terlalu lama
Tato yang dibiarkan berhari-hari, apalagi di area berkeringat seperti leher atau lipat siku, menahan kelembapan di bawahnya. Pada anak yang punya eksim, area ini lebih mudah kambuh.
Anak yang Perlu Lebih Hati-hati
Orang tua perlu lebih berhati-hati pada beberapa kondisi berikut:
- Anak dengan riwayat eksim atau dermatitis atopik, karena skin barrier-nya lebih mudah ditembus bahan pemicu.
- Kulit yang sedang luka, lecet, atau ada ruam aktif.
- Area wajah, terutama di sekitar mata dan bibir. FDA menyarankan mencoba tato di bagian tubuh yang tidak mencolok sebelum memakainya di wajah.
- Bayi di bawah satu tahun. Kulitnya lebih tipis, dan bayi cenderung menggigit atau mengisap tangan yang ditempeli tato.
Tidak ada usia minimum resmi yang berlaku umum. Banyak produsen mencantumkan batas usia di kemasan, sering tiga tahun ke atas, dan batas itu layak diikuti.
Cara Memilih Tato Tempel yang Lebih Aman
Kemasan tato tempel yang baik setidaknya mencantumkan nama dan alamat produsen atau importir, daftar bahan, batas usia, dan petunjuk pemakaian. Bila sama sekali tidak ada keterangan, anggap saja asal-usul bahannya tidak jelas.
Beberapa hal praktis sebelum menempel:
1. Lakukan uji tempel kecil. Potong sedikit bagian pinggir tato, tempelkan di lengan bawah bagian dalam, lalu amati selama 24 sampai 48 jam. Caranya mirip dengan patch test skincare bayi.
2. Tempel di kulit yang bersih dan kering. Sisa lotion atau minyak membuat tato tidak menempel rata, dan anak jadi tergoda menggaruknya.
3. Hindari tato glitter yang direkatkan lem. Tato model ini memakai perekat terpisah yang dioleskan ke kulit. Gunakan hanya produk yang jelas ditujukan untuk kulit, bukan lem kerajinan.
4. Batasi lamanya. Satu sampai dua hari sudah cukup. Tato yang dibiarkan sampai mengelupas sendiri biasanya sudah lama menahan keringat.
Lembar tato dari bungkus jajanan atau mainan tanpa merek sebaiknya disimpan saja. Anak tetap bisa senang dengan stiker kertas biasa yang ditempel di buku.
Cara Menghapus Tanpa Membuat Kulit Lecet
Kesalahan yang paling sering terjadi justru saat menghapus. Tato tempel menempel karena perekat, jadi yang dibutuhkan adalah pelarut yang lembut, bukan gosokan.
- Oleskan minyak di atas tato, misalnya minyak bayi, minyak kelapa, atau minyak zaitun. Perbedaan tiap minyak bisa dibaca di artikel baby oil vs baby lotion.
- Diamkan satu sampai dua menit supaya perekatnya melunak.
- Usap pelan dengan kapas atau kain lembut searah, lalu ulangi bila masih ada sisa.
- Bersihkan minyaknya dengan sabun bayi yang lembut dan air hangat.
- Keringkan dengan cara ditepuk, lalu oleskan pelembap.
Hindari alkohol, aseton, cairan pembersih tangan, atau spons kasar. Bahan-bahan ini memang menghapus gambar lebih cepat, tapi juga mengikis lapisan lemak pelindung kulit anak.
Kapan Perlu ke Dokter
Kemerahan ringan setelah menghapus tato biasanya hilang sendiri dalam satu sampai dua hari. Periksakan anak ke dokter bila:
- Ruam melepuh, basah, atau bernanah.
- Gatal dan bengkak bertambah parah setelah tato dilepas.
- Ruam menyebar keluar dari area tato.
- Muncul bengkak di wajah atau bibir, atau anak tampak sesak. Kondisi ini perlu penanganan darurat.
- Ruam berbentuk tato tidak membaik setelah seminggu.
Saat ke dokter, bawa kemasan atau sisa lembar tatonya. Daftar bahan di kemasan membantu dokter menduga pemicunya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah tato tempel bisa menyerap ke dalam tubuh anak? Tato tempel menempel di permukaan kulit dan tidak dimasukkan ke dalam kulit seperti tato permanen. Keluhan yang dilaporkan ke FDA pun berupa reaksi di kulit. Pada bayi, perhatikan juga tangan yang ditempeli tato lalu diisap.
Bolehkah tato tempel dipakai untuk berenang? Banyak tato tempel tahan air. Tapi kulit yang lama terendam air kolam berklorin lalu ditutup tato lebih mudah kering dan iritasi. Sebaiknya tato dilepas setelah berenang.
Anak saya pernah ruam setelah pakai tato tempel. Apakah semua tato tempel harus dihindari? Bila ruamnya hanya muncul setelah digosok keras, kemungkinan besar itu iritasi dan bukan alergi. Bila ruam muncul beberapa hari setelah ditempel, sebaiknya hentikan dulu dan konsultasikan ke dokter, karena alergi kontak bisa berulang.
Bagaimana dengan cat wajah untuk acara sekolah? Cat wajah punya pertimbangan sendiri, terutama soal izin edar dan area mata. Penjelasannya ada di artikel cat wajah dan face painting anak.
Tato tempel tetap bisa jadi mainan yang menyenangkan. Pilih yang kemasannya jelas, uji dulu di area kecil, dan hapus dengan minyak, bukan digosok.
Artikel ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan tenaga kesehatan.
Sumber: U.S. Food and Drug Administration, "Temporary Tattoos, Henna/Mehndi, and 'Black Henna': Fact Sheet"; U.S. Food and Drug Administration, informasi Import Alert untuk tato tempel impor.




