7x Ceramide Formulated in Germany • Gentle care for sensitive skin, all ages

Baby Care5 menit2026-11-03

Hidung Bayi Lecet Saat Pilek: Cara Merawat dan Tanda Infeksi

Ingus dan gesekan tisu bikin kulit bawah hidung bayi merah dan perih. Cara membersihkan, oles pelindung, dan tanda impetigo yang perlu diperiksa dokter.

Hidung Bayi Lecet Saat Pilek: Cara Merawat dan Tanda Infeksi

Hari keempat pilek, ingusnya mulai berkurang, tapi kulit di antara hidung dan bibir atas bayi malah merah mengilap. Tersentuh tisu sedikit saja, dia langsung menoleh dan menangis. Pemandangan ini sering muncul di rumah yang sedang kena giliran batuk pilek, dan penyebabnya sederhana: kulit tipis itu basah seharian, lalu digosok berkali-kali.

Orang tua jaman sekarang wajib tahu bahwa merawat pilek anak kecil punya dua urusan: melegakan hidungnya dan melindungi kulit di bawahnya. Panduan Seattle Children's Hospital menyebut ingus saat pilek bisa bertahan 7 sampai 14 hari. Selama itu pula kulit bawah hidung terus diuji, jadi perlindungannya sebaiknya dimulai sejak hari pertama, sebelum kulitnya merah.

Kenapa kulitnya gampang lecet

Ada dua hal yang bekerja bersamaan. Ingus yang terus mengalir membuat kulit lembap terus-menerus, sehingga lapisan luarnya melunak. Setelah itu datang gesekan: tisu kering, ujung lengan baju, atau tangan anak sendiri yang mengucek hidung. Bayi belum bisa membuang ingus, jadi area ini bisa dilap puluhan kali sehari.

Anak dengan eksim lebih rentan, karena pelindung kulitnya memang sudah lemah dari awal. Pada anak yang sering bernapas lewat mulut, liur yang menetes bisa ikut mengiritasi area sekitar bibir.

Cara membersihkan biar nggak makin perih

  1. Basahi dulu, lalu tepuk. Pakai kapas atau kain katun lembut yang dibasahi air hangat. Ingus kering yang menempel akan lunak dengan sendirinya, jadi tidak perlu dikerok.
  2. Ganti tisu kering dengan yang lembap. Bila memakai tisu basah, pilih yang tanpa pewangi dan tanpa alkohol. Panduannya ada di artikel cara memilih tisu basah bayi.
  3. Kurangi ingus di sumbernya. Teteskan larutan salin (air garam steril dari apotek), satu tetes per lubang hidung untuk bayi di bawah setahun, lalu sedot perlahan.
  4. Batasi penyedotan. Seattle Children's menyarankan tetes salin untuk bayi di bawah setahun maksimal 4 kali sehari, atau sebelum menyusu. Terlalu sering menyedot justru membuat bagian dalam hidung kering dan mudah berdarah.
  5. Potong kuku anak supaya kucekan tangan tidak menambah luka.

Untuk anak yang sudah bisa membuang ingus, ajari menutup satu lubang hidung dan meniup pelan. Tisu bersih di saku celana juga banyak membantu, karena pilihan lainnya biasanya lengan baju.

Oles pelindung: tipis, dan hanya di luar

Baik Seattle Children's maupun KidsHealth menyarankan hal yang sama: oleskan petroleum jelly pada kulit di bawah hidung. Lapisan ini menahan ingus agar tidak langsung menyentuh kulit, mirip cara salep popok melindungi kulit bokong dari air seni.

Oleskan setipis mungkin setelah kulit dibersihkan dan ditepuk kering, lalu ulangi setiap habis dilap dan sebelum tidur. Salep lebih cocok daripada lotion untuk area ini, karena lotion mengandung banyak air dan lebih cepat hilang terbawa ingus.

Batasnya jelas: jangan masukkan ke dalam lubang hidung. KidsHealth mengingatkan petroleum jelly aman di kulit, tetapi bila terhirup bisa memicu pneumonia lipoid, gangguan paru yang jarang namun serius.

Yang sebaiknya tidak dioles

Balsem atau vapor rub bermentol dan berkamper. Jurnal Chest pada 2009 melaporkan anak 18 bulan yang mengalami gangguan napas setelah produk semacam ini dioleskan di bawah lubang hidungnya. Label produknya sendiri melarang pemakaian pada anak di bawah 2 tahun dan di dalam lubang hidung. Di kulit yang lecet, mentol juga terasa perih.

Minyak esensial dan minyak kayu putih. Letaknya terlalu dekat dengan jalan napas, dan kulitnya sedang terluka. Risiko lengkapnya kami bahas di artikel minyak esensial pada kulit bayi.

Krim steroid atau salep antibiotik sisa. Pakai hanya bila diresepkan untuk kondisi yang sedang terjadi sekarang. Ruam di sekitar hidung dan mulut bisa juga berupa dermatitis perioral, yang justru sering dikaitkan dengan krim steroid.

Obat batuk pilek bebas. KidsHealth menganjurkan tidak memberikannya tanpa persetujuan dokter, terutama untuk anak di bawah 6 tahun.

Ingus hijau bukan berarti butuh antibiotik

Banyak orang tua panik ketika ingus berubah warna. American Academy of Pediatrics menyebut wajar bila saat pilek ingus mengental dan berubah dari bening menjadi kuning atau hijau. Warna itu sendiri tidak otomatis berarti anak perlu antibiotik.

Yang lebih berguna untuk diperhatikan adalah lamanya. Infeksi sinus karena bakteri patut dicurigai bila gejala lewat 10 hari tanpa membaik, atau bila ingus kental disertai demam di atas 39 derajat Celsius selama 3 sampai 4 hari.

Lecet biasa atau sudah infeksi?

Lecet karena gesekan terlihat merah, mengilap, kadang sedikit mengelupas, dan membaik dalam beberapa hari setelah dilindungi. Beberapa kondisi lain perlu dibedakan:

  • Impetigo. Menurut CDC, luka merah yang gatal ini pecah, mengeluarkan cairan, lalu mengering menjadi keropeng kuning seperti madu. Hidung dan mulut termasuk lokasi yang sering kena, dan paling banyak menyerang anak usia 2 sampai 5 tahun. Infeksi bakteri ini menular dan diobati dengan antibiotik dari dokter. Perbedaannya dengan eksim ada di artikel impetigo pada bayi.
  • Herpes. Lepuh kecil berkelompok yang nyeri di sekitar bibir atau hidung perlu segera diperiksa, terutama pada bayi muda. Baca juga risiko HSV-1 pada bayi baru lahir.
  • Ingus dari satu lubang saja, kental dan berbau. Pada balita, pola ini harus dicurigai sebagai benda asing di hidung sampai terbukti sebaliknya, entah manik-manik, kacang, atau potongan mainan. Jangan dikorek sendiri. Bila yang masuk mungkin baterai kancing, segera ke IGD.

Kapan harus ke dokter

Periksakan dalam 24 jam bila:

  • Bayi di bawah 6 bulan sedang pilek.
  • Muncul keropeng kuning di sekitar lubang hidung, atau kemerahan melebar, terasa hangat, dan bernanah.
  • Bayi tidak mau menyusu karena hidungnya tersumbat, dan tidak membaik setelah hidungnya dibersihkan.
  • Demam berlangsung lebih dari 3 hari.

Ingus yang bertahan lebih dari 14 hari juga layak diperiksa, walau tidak mendesak. Napas cepat, tarikan di dada, bibir kebiruan, atau demam pada bayi di bawah 12 minggu berarti langsung ke IGD. Untuk demam di usia ini, jangan beri obat penurun panas sebelum diperiksa.

Lecetnya sendiri biasanya mereda begitu ingus berhenti. Sampai hari itu, taruh petroleum jelly dan kapas di dekat tempat tidur, supaya pelindungnya tetap dioles saat bayi terbangun malam dengan hidung meler.

Sumber rujukan: Seattle Children's Hospital: Colds, KidsHealth: A Cold, KidsHealth: Nosebleeds, American Academy of Pediatrics: Antibiotic Prescriptions for Children, CDC: Impetigo.

Artikel ini bersifat informasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan dokter.

Butuh Rekomendasi Produk?

Tim kami bisa bantu cari produk NeoCare yang paling cocok untuk kulit keluarga Anda.

Konsultasi via WhatsApp

Produk Terkait

Artikel Terkait