7x Ceramide Formulated in Germany • Gentle care for sensitive skin, all ages

Baby Care6 menit2026-10-21

Kalung Amber untuk Bayi Tumbuh Gigi: Ruam Leher, Risiko Tercekik, dan Klaim Asam Suksinat

Kalung amber dijual sebagai pereda tumbuh gigi. Ini peringatan FDA soal risiko tercekik, uji asam suksinat, dampak ke kulit leher bayi, dan alternatifnya.

Kalung Amber untuk Bayi Tumbuh Gigi: Ruam Leher, Risiko Tercekik, dan Klaim Asam Suksinat

Kalung manik-manik cokelat madu masih mudah ditemukan di lapak bayi di marketplace Indonesia. Deskripsi produknya hampir selalu sama: amber Baltik asli, membantu meredakan nyeri tumbuh gigi, dipakai siang dan malam. Banyak orang tua membelinya karena rekomendasi teman atau grup parenting, lalu memasangnya di leher bayi berusia beberapa bulan.

Di Amerika Serikat, regulator sudah lama mengambil sikap soal produk ini. Pada Desember 2018, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengeluarkan peringatan keamanan yang meminta orang tua tidak memakai kalung, gelang, atau perhiasan apa pun untuk meredakan nyeri tumbuh gigi.

Laporan yang Memicu Peringatan FDA

Peringatan itu keluar setelah FDA menerima sejumlah laporan cedera. Satu di antaranya berakhir fatal: seorang anak laki-laki berusia 18 bulan tercekik kalung amber tumbuh giginya saat tidur siang. Laporan lain menyebut bayi 7 bulan tersedak manik-manik dari gelang tumbuh gigi berbahan kayu dan harus dibawa ke rumah sakit.

FDA merinci beberapa risiko. Manik yang lepas bisa tertelan dan menyumbat saluran napas. Kalung yang tersangkut di pagar boks bayi, sandaran kursi, atau tangan orang lain bisa menjerat leher. Perhiasan yang digigit-gigit juga bisa melukai gusi dan memicu infeksi.

Peringatan ini berlaku untuk semua bahan, termasuk kayu, silikon, dan marmer. Amber hanya bahan yang paling populer. American Academy of Pediatrics (AAP) juga tidak merekomendasikan perhiasan tumbuh gigi untuk bayi.

Klaim Asam Suksinat Sudah Diuji

Penjual biasanya menjelaskan cara kerjanya begini: amber mengandung asam suksinat, panas tubuh membuat zat itu keluar dari manik, lalu terserap kulit dan meredakan peradangan di gusi.

Tim peneliti dari Queensland University of Technology, Australia, dengan penulis pertama Michael Nissen, menguji klaim itu dan menerbitkan hasilnya di jurnal BMC Complementary and Alternative Medicine pada 2019. Manik kalung yang mereka beli memang terbukti amber Baltik, dengan kandungan asam suksinat sekitar 1,5 miligram per butir.

Hasil berikutnya kurang sesuai dengan janji penjual. Manik utuh yang direndam lama dalam cairan yang meniru kondisi permukaan kulit, termasuk larutan dengan pH 5,5, tidak melepaskan asam suksinat dalam jumlah yang bisa diukur. Para peneliti juga menulis bahwa klaim penjual soal manfaat dan cara kerja kalung ini tidak punya dasar ilmiah maupun klinis.

FDA sendiri mencatat bahwa jumlah asam suksinat yang mungkin masuk ke tubuh bayi tidak diketahui, dan klaim produsen tentang zat ini belum pernah dievaluasi.

Dampaknya ke Kulit Leher Bayi

Risiko terbesar memang tercekik dan tersedak. Tapi orang tua yang sudah telanjur memakaikan kalung ini juga sering mengeluhkan kulit leher bayi.

Leher bayi adalah area yang sulit kering. Lipatannya dalam, sering basah oleh air liur dan susu yang menetes, dan di iklim Indonesia hampir selalu berkeringat. Kalung yang menempel sepanjang hari menambah gesekan di area itu dan menahan kelembapan di bawah tali.

Akibatnya bisa beragam:

  • Ruam gesek dan intertrigo. Kulit memerah, lecet, kadang berbau, terutama di lipatan bagian depan. Penjelasannya ada di artikel ruam di lipatan kulit bayi.
  • Biang keringat. Bintik merah kecil yang gatal muncul di sepanjang garis kalung karena keringat terperangkap.
  • Dermatitis kontak. Pengait logam di belakang leher bisa mengandung nikel, dan sebagian bayi bereaksi terhadapnya. Polanya mirip dengan alergi nikel dari kancing baju.
  • Iritasi dari tali yang kotor. Tali benang yang terus terkena liur dan susu jarang dicuci, sehingga jadi tempat kuman berkembang.

Masa tumbuh gigi sendiri sudah membuat kulit dagu dan leher lebih mudah teriritasi karena air liur berlebih. Kalung di leher memperberat kondisi yang sudah rentan itu. Soal ruam akibat air liur, ulasannya ada di artikel ruam air liur saat tumbuh gigi.

Pengait Pengaman dan Pemakaian di Pergelangan Kaki

Sebagian penjual menawarkan dua jawaban atas kekhawatiran orang tua. Yang pertama, setiap manik diikat simpul terpisah supaya tidak berhamburan saat tali putus. Yang kedua, pengait dibuat agar lepas sendiri bila kalung ditarik kuat.

Kedua fitur ini mengurangi sebagian risiko, tapi tidak menghapusnya. Simpul terpisah tetap menyisakan satu manik lepas bila tali putus, dan satu manik sudah cukup untuk menyumbat saluran napas bayi. Pengait yang mudah lepas juga tidak menjamin kalung terlepas saat tersangkut pelan-pelan selama bayi tidur. Peringatan FDA tidak membuat pengecualian untuk fitur-fitur tersebut.

Ada juga orang tua yang memindahkan kalung ke pergelangan kaki atau tangan. Risiko jerat di leher memang berkurang, tapi bayi tetap bisa menarik gelang ke mulut dan menggigitnya sampai manik lepas. Kasus bayi 7 bulan dalam laporan FDA justru melibatkan gelang.

Cara yang Disarankan untuk Meredakan Rewel Tumbuh Gigi

AAP menyarankan cara yang lebih sederhana. Gusi bayi bisa dipijat pelan dengan jari yang sudah dicuci bersih. Teether atau cincin gigitan dari karet padat juga bisa dipakai, dengan syarat ukurannya tidak bisa masuk seluruhnya ke mulut dan tidak berisi cairan. Teether jenis ini boleh didinginkan di kulkas, tapi jangan dibekukan karena terlalu keras untuk gusi.

FDA juga meminta orang tua tidak memakai gel atau krim pereda nyeri gusi yang mengandung benzocaine untuk anak di bawah dua tahun. Bila bayi tampak sangat kesakitan, konsultasikan ke dokter anak soal obat pereda nyeri dengan dosis yang sesuai berat badannya.

Untuk kulit leher dan dagu, rutinitasnya cukup:

  1. Lap air liur dengan kain lembut yang ditepuk, jangan digosok.
  2. Keringkan lipatan leher setelah mandi dan setelah menyusu.
  3. Oleskan krim pelindung tipis di area yang sering basah, misalnya yang mengandung zinc oxide atau petrolatum.
  4. Pilih baju dengan kerah longgar supaya lipatan leher tetap mendapat udara.

Bila Bayi Sudah Terlanjur Memakai Kalung Amber

Lepaskan kalungnya, terutama saat bayi tidur dan saat tidak diawasi. Lalu periksa kulit di sepanjang garis kalung dan di belakang leher tempat pengait menempel.

Kemerahan ringan biasanya membaik dalam beberapa hari setelah kalung dilepas dan leher dijaga tetap kering. Periksakan ke dokter bila kulit lecet terbuka, bernanah, berbau tidak sedap, atau ruam meluas ke dada dan punggung. Bila bayi sempat menggigit manik dan ada butir yang hilang, segera ke fasilitas kesehatan, apalagi kalau bayi batuk terus, napasnya berbunyi, atau tampak kesulitan menelan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah kalung amber boleh dipakai bila bayi selalu diawasi? FDA dan AAP tidak membuat pengecualian. Kasus kematian dalam laporan FDA terjadi saat tidur siang, situasi yang paling sulit diawasi terus-menerus.

Bagaimana dengan kalung tumbuh gigi yang dipakai ibu, lalu digigit bayi saat digendong? Kalung silikon untuk dipakai ibu tetap punya risiko manik lepas bila digigit kuat. Pemakaiannya perlu diawasi, dan kalung tidak boleh dipakaikan ke bayi.

Apakah gelang benang atau gelang tradisional di pergelangan bayi termasuk? Peringatan FDA ditujukan untuk perhiasan yang dijual sebagai pereda tumbuh gigi. Meski begitu, prinsip yang sama berlaku untuk semua benda yang bisa putus, digigit, atau menjerat. Benda kecil yang bisa lepas sebaiknya tidak dipasang di tubuh bayi.

Apakah asam suksinat berbahaya untuk kulit? Penelitian 2019 tidak menemukan zat itu keluar dari manik utuh dalam jumlah terukur. Masalah kulit akibat kalung amber lebih sering datang dari gesekan, keringat, dan pengait logam.

Tumbuh gigi memang membuat bayi rewel berminggu-minggu, dan wajar bila orang tua mencari apa saja yang bisa membantu. Gusi yang dipijat, teether karet yang dingin, dan leher yang dijaga kering adalah pilihan yang tidak membawa risiko jerat.

Artikel ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan tenaga kesehatan.

Sumber: U.S. Food and Drug Administration, "FDA warns against use of teething necklaces, bracelets, and other jewelry marketed for relieving teething pain or providing sensory stimulation" (safety communication, Desember 2018); Nissen MD, dkk., "Baltic amber teething necklaces: could succinic acid leaching from beads provide anti-inflammatory effects?", BMC Complementary and Alternative Medicine (2019); American Academy of Pediatrics, HealthyChildren.org, "Teething: 4 to 7 Months".

Butuh Rekomendasi Produk?

Tim kami bisa bantu cari produk NeoCare yang paling cocok untuk kulit keluarga Anda.

Konsultasi via WhatsApp

Produk Terkait

Artikel Terkait