7x Ceramide Formulated in Germany • Gentle care for sensitive skin, all ages

Baby Care6 menit2026-10-22

Ruam karena Masker pada Anak: Belakang Telinga Lecet, Jerawat di Dagu, dan Hidung Merah

Ruam karena masker pada anak: lecet di belakang telinga, bintil di dagu, hidung merah. Cara pilih masker, rawat kulit, dan kapan ke dokter.

Ruam karena Masker pada Anak: Belakang Telinga Lecet, Jerawat di Dagu, dan Hidung Merah

Seminggu terakhir Alya (7) pulang sekolah dengan dua garis merah di belakang telinganya. Sekolahnya meminta murid memakai masker selama kasus batuk pilek di kelas sedang tinggi, dan Alya memakai masker kain bergambar kartun dari pagi sampai jam dua siang. Hari Jumat, ibunya, Rina (34), melihat bintil-bintil kecil di dagu dan pipi bawah anaknya. Kulit di batang hidungnya juga kemerahan dan agak kasar.

Masker kembali jadi barang yang sering dipakai anak sekolah, entah karena musim batuk pilek, kabut asap, atau debu saat kemarau. Orang tua jaman sekarang wajib tahu bahwa kulit wajah anak bisa bereaksi kalau ditutup masker berjam-jam. Kabar baiknya, sebagian besar masalah ini bisa dicegah dengan perubahan kecil dalam memilih dan memakai masker.

Usia Berapa Anak Boleh Pakai Masker?

Bayi dan anak di bawah 2 tahun tidak dianjurkan memakai masker. Saluran napas mereka masih kecil, dan mereka belum bisa melepas masker sendiri kalau merasa sesak. Rekomendasi ini disampaikan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan juga Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC).

Untuk melindungi bayi, cara yang dipakai adalah menjaga orang dewasa di sekitarnya tetap bermasker saat sakit, mengurangi waktu bayi di luar saat udara buruk, dan menutup stroller dengan penutup yang tetap memberi aliran udara. Tips di bawah ini ditujukan untuk balita di atas 2 tahun dan anak usia sekolah.

Kenapa Kulit Anak Bereaksi terhadap Masker

Ada tiga hal yang terjadi bersamaan di balik masker. Pertama, napas anak membuat udara di dalam masker jadi hangat dan lembap. Kulit yang lembap terus-menerus lebih mudah iritasi dan lecet. Kedua, masker bergesekan dengan kulit setiap kali anak bicara, tertawa, atau menggerakkan kepala. Ketiga, keringat, air liur, dan sisa minyak alami kulit terperangkap di area yang sama.

Pada anak yang punya riwayat eksim atau kulit sensitif, kombinasi ini lebih cepat merusak skin barrier. Kalau ingin paham kenapa lapisan pelindung kulit ini penting, penjelasan dasarnya ada di artikel apa itu skin barrier.

Bentuk Masalah Kulit yang Paling Sering Muncul

Lecet di belakang telinga. Tali karet masker menekan dan menggesek kulit tipis di lipatan belakang telinga. Awalnya hanya merah, lalu bisa lecet, perih, dan berkerak kalau masker yang sama dipakai tiap hari. Ini yang dialami Alya.

Kemerahan di batang hidung dan tulang pipi. Bagian ini menahan tekanan paling besar, apalagi kalau masker ada kawat hidungnya dan dijepit terlalu kencang. Kulit bisa merah, kering, dan mengelupas halus.

Bintil seperti jerawat di dagu dan sekitar mulut. Gesekan plus kulit yang tertutup dan lembap bisa memicu bintil kecil, yang di dunia dermatologi disebut acne mechanica dan di media sosial dikenal sebagai maskne. Pada anak yang belum puber, bintil di sekitar mulut juga perlu dibedakan dari dermatitis perioral, yang tampak seperti bintil merah kecil berkelompok dengan sedikit kulit bersih di tepi bibir. Pola keringat dan gesekan yang mirip juga terjadi di dahi anak yang sering pakai helm, kami bahas di artikel ruam dan jerawat dahi karena helm.

Eksim yang kambuh. Anak dengan dermatitis atopik sering mengalami kekambuhan di pipi dan sekitar mulut setelah beberapa hari bermasker. Kulitnya kering, gatal, dan bersisik.

Ruam alergi. Ini lebih jarang. Pemicunya bisa karet pada tali, pewarna kain, atau pewangi pada masker yang diberi aroma buah supaya anak mau memakainya. Ruamnya gatal, bertahan, dan muncul persis mengikuti bagian yang menempel. Anak yang punya alergi lateks sebaiknya memakai masker dengan tali bebas karet; tanda-tandanya kami jelaskan di artikel alergi lateks pada bayi dan anak.

Memilih Masker yang Lebih Ramah Kulit

Ukurannya pas untuk wajah anak. Masker dewasa yang dilipat-lipat akan longgar di satu sisi dan menekan di sisi lain. Pilih masker anak yang menutup hidung sampai bawah dagu tanpa perlu ditarik-tarik.

Bagian dalam yang lembut. Untuk masker kain, lapisan katun di sisi kulit biasanya lebih nyaman. Hindari bahan yang kasar, berpayet, atau bertekstur di bagian dalam.

Tali yang tidak menggesek telinga. Model tali kepala (melingkar di belakang kepala) atau pengait masker (ear saver) yang dipasang di belakang kepala membuat telinga bebas dari tekanan. Untuk anak yang lecetnya sudah muncul, ini perubahan yang paling cepat terasa.

Tanpa pewangi. Masker beraroma memang menarik untuk anak kecil, tapi pewangi adalah salah satu pemicu iritasi dan alergi kulit yang paling umum.

Kebiasaan Sehari-hari biar Nggak Lecet

  1. Bawakan masker cadangan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan mengganti masker yang sudah lembap atau kotor. Untuk anak sekolah, dua atau tiga masker di dalam kantong bersih di tas biasanya cukup untuk satu hari.
  2. Cuci masker kain setiap hari dengan deterjen yang biasa dipakai untuk baju anak, bilas sampai bersih, dan keringkan sempurna. Sisa deterjen di kain bisa ikut mengiritasi kulit.
  3. Oleskan pelembap sebelum berangkat, tipis saja, dan biarkan meresap beberapa menit sebelum masker dipasang. American Academy of Dermatology menyarankan pelembap yang mengandung ceramide, asam hialuronat, atau dimethicone untuk melindungi kulit yang lama tertutup masker. Penjelasan soal bahan ini ada di artikel ceramide untuk bayi dan anak dan dimethicone untuk kulit bayi.
  4. Ajak anak melepas masker di tempat yang aman, misalnya saat makan bekal atau di ruang terbuka saat jam istirahat, supaya kulit sempat kering dan bernapas.
  5. Cuci muka sepulang sekolah dengan air dan pembersih lembut, tepuk-tepuk dengan handuk sampai kering, lalu pakai pelembap lagi. Tidak perlu scrub atau pembersih antijerawat dewasa.
  6. Jangan mencoba produk baru saat kulit sedang iritasi. Kalau mau ganti pelembap, coba dulu di area kecil seperti di panduan patch test skincare.

Untuk lecet di belakang telinga, bersihkan dengan air, keringkan, lalu oles pelembap bertekstur salep atau balm yang tebal di area itu. Selama lecetnya belum pulih, pakai model tali kepala dulu supaya bagian itu tidak tertekan.

Kalau masker dipakai karena kabut asap atau udara berdebu, ada langkah tambahan untuk menjaga kulit di rumah yang kami tulis di artikel kabut asap karhutla dan kulit anak.

Kapan Perlu ke Dokter

Kemerahan dan bintil ringan biasanya membaik dalam beberapa hari setelah masker diganti dan kulit dirawat. Bawa anak ke dokter kalau:

  • lecet di belakang telinga bernanah, bengkak, terasa hangat, atau berkerak kuning seperti madu
  • bintil di dagu dan sekitar mulut makin banyak meski kebiasaan bermasker sudah diperbaiki selama 1 sampai 2 minggu
  • ruam sangat gatal, berair, atau menyebar ke bagian wajah yang tidak tertutup masker
  • eksim anak kambuh berat dan tidak membaik dengan perawatan yang biasa
  • anak mengeluh sesak, pusing, atau kesulitan bernapas saat memakai masker

Dokter bisa membedakan apakah bintilnya karena gesekan, dermatitis perioral, infeksi bakteri, atau alergi, karena perawatannya berbeda untuk tiap kondisi. Hindari mengoles salep steroid sisa atau krim jerawat milik kakak dan orang tua tanpa resep, terutama di sekitar mulut.

Hari Senin Berikutnya

Rina mengganti masker kartun beraroma milik Alya dengan tiga masker katun polos bermodel tali kepala. Setiap pagi ia mengoleskan pelembap tipis di wajah anaknya, dan masker cadangan disimpan di kantong ritsleting di tas sekolah. Garis merah di belakang telinga Alya mulai pudar dalam beberapa hari, dan bintil di dagunya berkurang di minggu berikutnya.

Masker tetap berguna untuk melindungi anak saat batuk pilek sedang ramai atau udara sedang buruk. Selama ukurannya pas, sering diganti, dan kulit di baliknya dirawat sebelum dan sesudah sekolah, anak bisa terus memakainya tanpa harus pulang dengan wajah perih.

Butuh Rekomendasi Produk?

Tim kami bisa bantu cari produk NeoCare yang paling cocok untuk kulit keluarga Anda.

Konsultasi via WhatsApp

Produk Terkait

Artikel Terkait