7x Ceramide Formulated in Germany • Gentle care for sensitive skin, all ages

Baby Care8 menit2026-10-07

Popsicle Panniculitis Anak: Pipi Merah Keras Setelah Es Loli

Pipi anak merah dan keras 1-3 hari setelah es loli atau kompres es? Kenali popsicle panniculitis, bedanya dengan selulitis, dan cara mencegahnya.

Popsicle Panniculitis pada Anak: Pipi Merah dan Keras Setelah Es Loli atau Kompres Es, Sering Disangka Infeksi

Seorang bayi perempuan berusia 12 hari di Amerika Serikat dirawat karena detak jantungnya beberapa kali melonjak terlalu cepat. Kondisi itu disebut takikardia supraventrikular (SVT). Salah satu cara yang dipakai tim dokter untuk menurunkan detak jantungnya adalah menempelkan es ke wajah, sekitar 15 detik setiap kali serangan datang. Serangan terjadi di hari kelahirannya, lalu berulang tiga dan empat hari kemudian.

Tak lama kemudian, kedua pipi dan dahi bagian tengahnya berubah merah dan mengeras. Dokter awalnya menduga infeksi kulit (selulitis). Bayi itu sempat mendapat dua jenis antibiotik lewat infus selama 48 jam, lalu antibiotik minum, dan menjalani satu putaran antibiotik lagi karena bercaknya tak kunjung hilang.

Diagnosis akhirnya datang dari dokter kulit. Bercak itu adalah panikulitis dingin (cold panniculitis), peradangan pada lapisan lemak di bawah kulit akibat kontak dengan es. Kasus ini dilaporkan Anna Chen, Jayci G. Rhein, dan Sylvia Hsu di jurnal JAAD Case Reports tahun 2025. Bercaknya pulih total tanpa bekas.

Apa Itu Popsicle Panniculitis?

Panikulitis berarti peradangan di jaringan lemak bawah kulit (subkutan). Pada panikulitis dingin, pemicunya adalah suhu dingin yang menempel cukup lama ke kulit. Nama "popsicle panniculitis" dipakai karena banyak kasus pada anak muncul setelah mengisap es loli (popsicle dalam bahasa Inggris) atau es batu.

Bentuknya khas. Muncul bercak atau benjolan berwarna merah sampai merah keunguan, teraba keras, dengan batas yang tidak tegas. Lokasi tersering adalah pipi, terutama dekat sudut mulut, dan dagu. Pada sebagian anak bercaknya simetris di kedua pipi.

Laporan kasus di situs medis Consultant360 menggambarkan seorang bayi laki-laki 9 bulan dengan bercak merah keras berukuran sekitar 2 x 3 cm di kedua pipi dekat sudut mulut. Bayi itu tidak demam, tetap aktif bermain, dan bercaknya tidak nyeri saat ditekan.

Kenapa Bayi dan Balita Lebih Rentan?

Lemak bawah kulit bayi berbeda dengan lemak orang dewasa. Pada bayi, kandungan asam lemak jenuhnya lebih tinggi. Lemak jenuh lebih mudah membeku dan membentuk kristal ketika suhu turun sedikit saja, mirip mentega yang mengeras di kulkas sementara minyak goreng tetap cair.

Kristal lemak itu memicu reaksi peradangan. Lemak bawah kulit orang dewasa didominasi asam lemak tak jenuh, sehingga kondisi ini jauh lebih jarang ditemukan pada orang dewasa.

Pipi dan dagu jadi sasaran karena dua alasan. Bagian itu kaya lemak bawah kulit dan paling sering bersentuhan langsung dengan benda dingin.

Benda Dingin yang Pernah Dilaporkan Jadi Pemicu

Dari berbagai laporan kasus, pemicunya antara lain:

  • Es loli dan es batu yang diisap atau ditempelkan lama di mulut.
  • Kompres es atau ice pack yang langsung menyentuh kulit wajah, misalnya saat anak terbentur atau untuk tindakan medis seperti kasus SVT di atas.
  • Udara dingin yang lama mengenai kulit bayi. Jurnal Indian Pediatrics (2009) melaporkan dua bayi baru lahir dengan panikulitis dingin di kedua telapak kaki saat puncak musim dingin di India utara, tanpa kontak dengan es sama sekali.

Di rumah-rumah Indonesia, situasi yang mirip mudah ditemukan. Balita yang sedang sariawan atau terkena flu Singapura sering ditawari es loli supaya mau minum. Anak yang terbentur meja dikompres es batu yang dibungkus plastik tipis lalu ditahan di pipi. Kasus SVT di atas menunjukkan kontak 15 detik yang diulang beberapa kali pun sudah cukup memicu reaksi pada bayi baru lahir.

Kapan Bercak Muncul?

Jeda waktunya membuat orang tua jarang menghubungkan bercak dengan es. Bercak biasanya muncul 24 sampai 72 jam setelah kontak dengan dingin. Anak makan es loli hari Sabtu, pipinya baru merah dan keras hari Senin.

Warnanya bisa bergeser dari merah ke ungu dalam beberapa hari. Laporan kasus di JAAD Case Reports menyebut kondisi ini umumnya membaik dalam 2 sampai 4 minggu tanpa komplikasi. Sumber lain menyebut rentang beberapa minggu sampai beberapa bulan. Bercak bisa muncul lagi bila anak kembali terpapar dingin dengan cara yang sama.

Beda dengan Selulitis dan Kondisi Mirip Lainnya

Selulitis adalah infeksi bakteri di kulit dan jaringan bawahnya. Bentuknya juga merah, hangat, dan bisa mengeras, sehingga wajar bila dokter mempertimbangkannya lebih dulu. Ciri yang lebih condong ke selulitis:

  • Anak demam, lemas, atau rewel tidak seperti biasanya.
  • Bercak terasa sangat nyeri saat disentuh.
  • Kemerahan melebar dengan cepat dalam hitungan jam.
  • Hanya satu sisi wajah dan tidak ada riwayat kontak dengan es.

Panikulitis dingin lebih sering muncul pada anak yang tetap ceria dan tidak demam, dengan riwayat es atau udara dingin 1 sampai 3 hari sebelumnya. Pembedanya ditentukan dokter lewat riwayat dan pemeriksaan fisik. Cara memantau batas kemerahan selulitis ada di artikel selulitis pada anak.

Ada beberapa kondisi lain yang juga berhubungan dengan dingin atau lemak bawah kulit, tetapi bentuknya berbeda:

  • Perniosis (chilblain) mengenai jari tangan dan kaki, berupa bengkak merah keunguan yang gatal atau perih. Penjelasannya ada di artikel perniosis pada anak.
  • Urtikaria dingin berupa biduran yang muncul dalam hitungan menit setelah kena dingin, lalu hilang dalam beberapa jam. Bacaan lengkapnya di artikel urtikaria dingin.
  • Subcutaneous fat necrosis pada bayi baru lahir (SCFN) juga berupa benjolan keras di lemak bawah kulit, biasanya di punggung, bahu, atau paha setelah proses lahir yang berat. Bedanya penting karena SCFN bisa disertai kadar kalsium darah yang tinggi, sedangkan panikulitis dingin tidak. Ulasannya ada di artikel SCFN.
  • Eritema nodosum juga termasuk panikulitis, tapi benjolannya nyeri dan biasanya ada di tulang kering. Lihat artikel eritema nodosum.

Apa yang Bisa Dilakukan di Rumah?

Panikulitis dingin tidak memerlukan pengobatan khusus. Yang dibutuhkan adalah memastikan diagnosisnya benar, lalu menjaga kulit tetap nyaman selama bercak memudar.

  • Hentikan sumber dingin. Jangan tawarkan es loli atau kompres es di area yang sama dulu.
  • Jangan pijat, urut, atau tekan-tekan benjolannya. Jangan juga mengompres dengan air panas untuk "mencairkan" benjolan, karena kulit pipi bayi mudah melepuh.
  • Jangan oleskan salep antibiotik atau krim steroid tanpa saran dokter.
  • Kulit pipi balita sering basah oleh air liur dan sisa makanan. Bersihkan dengan air dan tepuk kering, lalu oleskan pelembap bebas pewangi tipis-tipis supaya kulit di sekitar bercak tidak ikut iritasi.
  • Foto bercaknya setiap hari di jam dan cahaya yang sama. Foto berseri membantu dokter menilai apakah bercak mengecil atau malah melebar.

Cara Mencegahnya

Es loli dan kompres dingin tetap boleh dipakai, asal caranya diatur:

  • Batasi lama kontak. Biarkan anak makan es loli sebentar, lalu beri jeda. Hindari kebiasaan menahan es batu di pipi atau di dalam mulut lama-lama.
  • Lapisi kompres. Bungkus es atau ice pack dengan handuk atau kain, jangan ditempel langsung ke kulit. Saran ini juga ditulis para penulis laporan kasus SVT di atas.
  • Lap mulut dan pipi setelah anak makan es, supaya lelehan dingin tidak terus menempel di kulit.
  • Teether cukup didinginkan di kulkas, tidak perlu dibekukan di freezer. Teether beku yang digigit dan ditempelkan ke pipi berjam-jam membuat kulit terus terpapar suhu sangat dingin.
  • Hindari kipas angin atau AC yang mengarah langsung ke wajah bayi saat tidur dalam waktu lama.

Untuk balita yang sedang sariawan dan susah minum, panduan cairan dingin ada di artikel herpes gingivostomatitis dan artikel flu Singapura. Tetap berikan, tapi perhatikan cara dan durasinya.

Kapan Harus ke Dokter?

Bawa anak ke dokter bila:

  • Anak berusia di bawah 3 bulan.
  • Anak demam, lemas, rewel berat, atau tidak mau minum.
  • Bercak terasa sangat nyeri, cepat melebar, bernanah, atau menjadi lunak berisi cairan.
  • Tidak ada riwayat kontak dengan es atau udara dingin sebelumnya.
  • Bercak tidak mengecil sama sekali setelah 4 minggu.

Saat konsultasi, ceritakan kapan anak terakhir makan es, dikompres, atau tidur di ruangan dingin. Kasus bayi 12 hari di atas menunjukkan bahwa riwayat kontak dengan es adalah petunjuk utama untuk diagnosis. Tanpa riwayat itu, dokter wajar mengobatinya sebagai infeksi lebih dulu.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Apakah anak saya harus berhenti makan es loli selamanya? Tidak. Atur durasinya, beri jeda, dan lap mulutnya setelah selesai. Bila bercak pernah muncul, hindari es di area itu sampai bercaknya hilang total.

Apakah bercaknya akan meninggalkan bekas? Kasus-kasus yang dilaporkan umumnya pulih tanpa bekas dalam beberapa minggu. Jangan memijat atau mengompres panas, karena tindakan itu justru bisa melukai kulit.

Bercak muncul dua hari setelah makan es. Apakah bisa berhubungan? Bisa. Jeda 24 sampai 72 jam memang ciri khas kondisi ini, dan itu sebabnya orang tua sering tidak mengaitkannya dengan es.

Apakah kondisi ini menular? Tidak. Panikulitis dingin adalah reaksi jaringan lemak terhadap suhu dingin. Tidak ada kuman yang berpindah ke orang lain.


Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung oleh dokter. Bercak merah keras di wajah bayi, terutama yang disertai demam atau nyeri, perlu diperiksa tenaga kesehatan untuk menyingkirkan infeksi.

Sumber:

  • Chen A, Rhein JG, Hsu S. Cold panniculitis in a newborn due to ice packs in treatment of supraventricular tachycardia. JAAD Case Reports, 2025.
  • Popsicle Panniculitis. Consultant360.
  • Erythematous plaque on an infant's cheek. Contemporary Pediatrics.
  • Cold Panniculitis Neonatorum. Indian Pediatrics, Januari 2009.

Butuh Rekomendasi Produk?

Tim kami bisa bantu cari produk NeoCare yang paling cocok untuk kulit keluarga Anda.

Konsultasi via WhatsApp

Produk Terkait

Artikel Terkait